KELAPA DUA, DICATNEWS.COM – Guna mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan melalui legalitas usaha, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kembali menggelar aksi nyata. Pada Selasa (14/4/2026), tim gabungan terjun langsung ke tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi di Pasar Kelapa Dua, Kelurahan Kelapa Dua, untuk memberikan pelayanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis dan langsung jadi.
Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan bentuk pendampingan teknis "jemput bola" yang menjadi program unggulan pemerintah daerah. Sejak pukul 08.00 WIB, suasana di lantai 2 Gedung Pasar Kelapa Dua sudah tampak berbeda. Ratusan pedagang yang biasanya sibuk dengan dagangannya, rela bergantian mengantre demi mendapatkan "paspor" bagi usaha mereka.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pelaku Usaha
Keberhasilan agenda ini tak lepas dari kolaborasi solid antara DPMPTSP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), serta Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Kehadiran para petinggi daerah, termasuk Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Kepala DPMPTSP Hendar Herawan, Kabid Indag, hingga Direktur Operasional Perumda Pasar, menunjukkan betapa strategisnya posisi pedagang pasar dalam visi pembangunan daerah.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyatakan kepuasannya melihat antusiasme warga pasar. Ia menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi penghalang bagi rakyat kecil untuk maju.
"Saya sangat apresiatif terhadap tim yang turun langsung ke lapangan. Program ini memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Dengan memiliki legalitas yang sah secara cepat dan gratis, para pedagang kita tidak lagi merasa kesulitan dalam mengembangkan skala usahanya," ujar Intan di sela-sela peninjauan layanan.
Menembus Gap Teknologi melalui Pendampingan
Dalam praktiknya, banyak pelaku usaha mikro yang masih terkendala oleh literasi digital dalam mengakses sistem Online Single Submission (OSS). Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa DPMPTSP gencar melakukan pendampingan langsung.
Galih Gumelar, perwakilan dari Tim Giat DPMPTSP, menjelaskan bahwa sistem OSS saat ini memang memerlukan detail persyaratan khusus yang sering kali membingungkan bagi masyarakat awam.
"Kami sadar tidak semua pedagang melek teknologi. Ada gap antara sistem digital dan realitas di lapangan. Itulah mengapa kami hadir di sini—untuk membantu mereka yang tidak bisa membuat NIB sendiri agar bisa memiliki izin yang sah dalam hitungan menit," jelas Galih.
Lebih jauh, Galih memaparkan bahwa manfaat NIB saat ini jauh melampaui sekadar urusan administratif. "NIB kini menjadi kunci akses. Misalnya, untuk mendapatkan pasokan komoditas pangan murah dari Bulog, pedagang wajib punya NIB. Jadi, selain legalitas, ini juga solusi untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Kelapa Dua," tambahnya.
Testimoni Pedagang: Efisiensi Waktu dan Biaya
Manfaat program ini dirasakan secara emosional oleh para pedagang, salah satunya Pandi, seorang pemilik kios sembako. Baginya, kehadiran petugas di pasar adalah berkah tersendiri.
“Kalau harus ke Puspemkab (Pusat Pemerintahan) di Tigaraksa, saya harus tutup toko seharian. Belum lagi ongkos bensin dan makan, bisa habis uang banyak. Di sini, saya tinggal naik ke lantai 2, dipandu langsung, dan yang paling penting: gratis. Terima kasih Pemkab Tangerang, prosesnya sangat cepat,” kata Pandi dengan wajah lega sambil menunjukkan lembaran NIB miliknya.
Visi Tangerang Gemilang 2026
Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan, menegaskan bahwa program ini akan terus bergulir secara rutin dan terjadwal di lokasi-lokasi berbeda. Targetnya adalah seluruh pelaku usaha di Kabupaten Tangerang, tanpa terkecuali, memiliki legalitas resmi.
“Dengan slogan Melayani dan Menjaga Investasi, kami ingin menciptakan ekosistem usaha yang sehat. Kami mengimbau masyarakat untuk aktif memantau jadwal layanan melalui kantor kecamatan atau desa masing-masing karena kami akan terus berkeliling,” pungkas Hendar.
Hingga layanan ditutup pada pukul 12.00 WIB, tercatat puluhan hingga ratusan pelaku usaha sukses mendapatkan NIB mereka. Langkah "jemput bola" ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di wilayah Tangerang Gemilang.
.png)
Post A Comment:
0 comments: