Axact-banner-728×90
Axact-banner-728×90

TRENDING NOW

Axact-banner-728×90


DICATNEWS.Com TIGARAKSA – Transformasi digital bukan sekadar tentang aplikasi yang canggih, melainkan tentang seberapa kokoh sistem tersebut melindungi privasi rakyatnya. Prinsip inilah yang mendasari kunjungan kerja Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat menyambangi Smart Building Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang, Kamis (16/04).

Langkah kaki Wabup Intan di koridor gedung pusat komando tersebut bukan sekadar seremoni. Kunjungan ini merupakan inspeksi strategis untuk memastikan bahwa infrastruktur teknologi informasi milik Pemerintah Kabupaten Tangerang siap menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Keamanan Siber: Prioritas Utama di Ruang Data Center

Memasuki area Data Center, suasana hening yang hanya diisi deru mesin server menjadi saksi bisu betapa krusialnya keamanan siber saat ini. Wabup Intan memberikan perhatian khusus pada keandalan infrastruktur server yang menyimpan ribuan data penting masyarakat dan sistem pemerintahan.

"Di era di mana informasi bergerak dalam hitungan detik, kita tidak boleh lengah. Saya ingin memastikan tim teknis bekerja dengan standar tertinggi. Data masyarakat adalah amanah; melindunginya dari ancaman siber adalah prioritas utama pemerintah," ujar Intan Nurul Hikmah di sela-sela tinjauannya.

Beliau menekankan bahwa penyebaran informasi publik harus memenuhi dua aspek krusial: edukatif dan transparan. Menurutnya, informasi yang cepat tanpa akurasi hanya akan melahirkan disinformasi, sementara data yang kuat tanpa perlindungan akan menjadi kerentanan.



Mendengar Detak Layanan Command Center 112

Tak hanya terpaku pada layar server, Wabup Intan beranjak menuju ruang Command Center 112. Di sana, beliau berdialog langsung dengan para operator yang bersiaga 24 jam penuh. Layanan ini adalah "telinga" pemerintah yang mendengarkan setiap keluh kesah dan kondisi darurat warga, mulai dari kebutuhan medis mendesak, ancaman kebakaran, hingga laporan ketertiban umum.

Wabup memberikan apresiasi atas dedikasi para operator yang mampu menjaga response time tetap rendah. Namun, beliau juga memberikan catatan penting:

  • Siaga Tanpa Jeda: Petugas diminta tidak boleh kendor dalam merespons panggilan.

  • Sinergi Lintas Sektoral: Koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain seperti Pemadam Kebakaran dan RSUD harus semakin taktis agar solusi hadir dalam waktu singkat.

Inovasi Diskominfo: Dari CSIRT hingga Konten Kreatif

Menyambut arahan tersebut, Kepala Diskominfo Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, memaparkan strategi pertahanan dan pengembangan yang tengah dijalankan. Salah satu senjata utamanya adalah CSIRT (Computer Security Incident Response Team), sebuah tim khusus yang dirancang untuk merespons dan memitigasi insiden keamanan informasi secara cepat.

Selain aspek teknis, Diyan menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah bertransformasi dalam cara berkomunikasi dengan masyarakat. "Kami sadar audiens kami beragam. Untuk itu, kami sedang menggenjot konten kreatif di media sosial. Tujuannya agar program unggulan Pemkab Tangerang bisa diterima dan dipahami oleh generasi Z dan milenial dengan bahasa yang lebih santai namun tetap informatif," jelas Diyan.

Visi Satu Pintu untuk Rakyat

Kunjungan ini ditutup dengan diskusi visioner mengenai pengembangan Aplikasi Layanan Terpadu. Harapannya, di masa depan, masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi untuk urusan administratif. Cukup dalam satu pintu digital, semua kebutuhan—mulai dari kependudukan hingga perizinan—bisa diakses dengan aman dan nyaman.

Langkah inspeksi ini menegaskan kembali posisi Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang tidak hanya mengejar predikat "Smart City", tetapi juga menjadi "Safe City" bagi data dan privasi seluruh warganya.


DicatNews.com - TANGERANG – Sejarah tidak dicatat oleh mereka yang sekadar hadir, melainkan oleh mereka yang berani memberi arti. Di bawah temaram lampu Ruang Rapat Solear yang megah, Jumat (17/04/26), sebuah babak baru bagi pemuda Kabupaten Tangerang resmi dimulai. Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, hadir bukan hanya untuk membuka acara, melainkan untuk membakar semangat para "Wajah Daerah" dalam pembukaan Pembinaan Kang Nong Kabupaten Tangerang 2026.

Ini bukan sekadar pembekalan rutin. Ini adalah sebuah Manifesto Perubahan.

Melampaui Batas Visual: Menjadi Ikon Intelektual

Wabup Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa di era kompetisi global 2026, paras rupawan hanyalah pintu masuk, namun karakter dan kompetensi adalah kuncinya. Beliau menuntut para Kang Nong untuk naik kelas—dari sekadar pendamping tamu protokol menjadi Diplomat Pariwisata yang tangguh.

"Jangan biarkan selempang itu hanya menjadi beban di pundak. Jadikan ia simbol kekuatan pikiran. Saya ingin melihat Kang Nong yang tidak hanya mahir tersenyum di depan kamera, tetapi juga tajam dalam berargumen, fasih dalam berkomunikasi publik, dan memiliki personal branding yang menggetarkan!" seru Wabup Intan dengan penuh karisma.



Arsitek Digital di Era Kecepatan Informasi

Dunia hari ini digerakkan oleh jempol dan algoritma. Memahami realitas ini, Wabup Intan secara khusus menyoroti peran strategis media sosial. Beliau tidak ingin para duta daerah terjebak dalam pusaran konten hampa. Baginya, setiap akun milik Kang Nong adalah "Kanal Diplomasi".

"Kalian adalah arsitek citra daerah. Gunakan media sosial bukan untuk validasi diri, tapi untuk memvalidasi kehebatan potensi Tangerang. Bangun narasi positif, angkat kearifan lokal kita, dan buat dunia berpaling melihat pesona Kabupaten Tangerang," tegasnya.

Akar yang Menghunjam, Sayap yang Mengepak

Meski mendorong modernitas, Intan Nurul Hikmah tidak ingin anak muda Tangerang kehilangan kompas moralnya. Beliau menitipkan pesan filosofis yang mendalam: "Semakin tinggi pohon tumbuh menuju langit modernitas, semakin dalam akarnya harus menghunjam ke tanah budaya."

Kang Nong diharapkan menjadi benteng terakhir pelestarian nilai luhur Tangerang di tengah gempuran zaman. Mereka adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu yang megah dengan masa depan yang canggih.

Sinergi Tanpa Batas

Melalui Disporabudpar, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen menyediakan ekosistem terbaik bagi Paguyuban Kang Nong. Wadah ini dipersiapkan untuk menjadi "kawah candradimuka" bagi pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan jejaring nasional dan internasional.

Wabup Intan menutup arahannya dengan sebuah kalimat yang menggetarkan sanubari:

"Tangerang tidak butuh pajangan. Tangerang butuh penggerak. Jadilah matahari yang menyinari pariwisata kita, dan biarkan dunia tahu bahwa Tangerang adalah tempat di mana tradisi dan inovasi berdansa dengan serasi."


DicatNews.com TANGERANG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung kemudahan berusaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperkuat. Bagi masyarakat yang belum sempat memanfaatkan layanan One Day Service di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, maupun pasar, DPMPTSP Kabupaten Tangerang memastikan pintu pelayanan tetap terbuka lebar melalui berbagai gerai resmi.

Pilihan Lokasi Layanan Tatap Muka

Ketua Tim Penyuluhan dan Sosialisasi DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Galih Gumelar, menegaskan bahwa mobilitas tim di lapangan melalui program One Day Service memang bertujuan untuk jemput bola. Namun, bagi masyarakat yang memiliki kendala waktu saat tim berkunjung, layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) tetap bisa diakses dengan mudah dan tanpa biaya (gratis).

"Kami mengerti kesibukan para pelaku usaha. Jika tidak sempat bertemu tim kami saat keliling di desa atau pasar, silakan datang langsung. Petugas kami siap membantu di tiga titik utama," ujar Galih Gumelar.

Masyarakat dapat memilih lokasi layanan terdekat berikut:

  • Kantor Pusat DPMPTSP Kabupaten Tangerang: Pusat pelayanan terpadu bagi warga yang berada di area pusat pemerintahan.

  • Gerai Pelayanan Publik (GPP) Intermoda BSD: Solusi bagi warga di wilayah Cisauk dan sekitarnya.

  • Mal Pelayanan Publik (MPP) Citra Raya: Lokasi strategis di dalam pusat perbelanjaan untuk kenyamanan ekstra.



Pesan Kepala Dinas DPMPTSP

Pentingnya kepemilikan NIB bukan sekadar soal administratif, melainkan sebagai "paspor" bagi pelaku usaha untuk naik kelas. Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Tangerang menekankan bahwa legalitas adalah pondasi utama dalam mengembangkan bisnis di era digital saat ini.

"Kami ingin memastikan tidak ada satu pun pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang yang terhambat usahanya karena kendala perizinan. NIB ini gratis dan prosesnya cepat. Dengan memiliki NIB, akses terhadap permodalan perbankan dan program bantuan pemerintah menjadi jauh lebih terbuka," ungkap Hendar Herawan, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Tangerang.

Beliau juga berpesan agar masyarakat tidak perlu ragu atau menggunakan jasa calo, karena seluruh proses pelayanan telah dirancang transparan dan akuntabel.

Persyaratan yang Perlu Disiapkan

Untuk mempercepat proses di lokasi, masyarakat diharapkan membawa:

  1. KTP asli.

  2. Nomor WhatsApp aktif.

  3. Alamat email yang valid.

  4. Keterangan detail jenis usaha dan modal awal.

Dengan adanya berbagai pilihan lokasi ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Tangerang dapat segera memiliki legalitas usaha yang sah guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


DPMPTSP Kabupaten Tangerang: Melayani dengan Hati, Membangun Negeri.




DicatNews.com  - CURUG – Memperkuat legalitas sektor ekonomi kerakyatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang menggelar aksi jemput bola di kawasan Pasar Curug, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan transformasi ekonomi nasional melalui implementasi perizinan berusaha berbasis risiko langsung di lokasi aktivitas ekonomi warga.

Kegiatan yang berlangsung di area strategis Pasar Curug ini menyasar para pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK). Agenda ini turut dihadiri oleh pengelola pasar, tokoh masyarakat setempat, serta tim teknis perizinan yang siap melayani konsultasi di tempat.



Solusi Konkret Bagi Pedagang yang Terkendala Teknologi

Ketua Tim Penyuluhan dan Pendampingan DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Galih Gumelar, menegaskan bahwa pasar tradisional menjadi prioritas utama dalam program ini. Menurutnya, banyak pedagang pasar yang memiliki potensi besar namun masih terkendala dalam hal administrasi digital atau gagap teknologi (gaptek).

"Pasar adalah urat nadi ekonomi, namun banyak pelakunya yang belum sempat mengurus izin karena sibuk berdagang atau kesulitan mengakses sistem secara mandiri. Kami hadir di Pasar Curug untuk memberikan pendampingan teknis. Alhamdulillah, pada hari ini saja, lebih dari 50 pelaku UMK dan pedagang pasar kami bantu proses pembuatannya dan NIB langsung jadi di tempat," jelas Galih Gumelar di sela-sela kegiatan.



Legalitas Usaha Berdasarkan Regulasi Terbaru

Penyuluhan dan pelayanan langsung ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2025. Regulasi ini mewajibkan setiap pelaku usaha, termasuk pedagang pasar dengan tingkat risiko rendah, untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas resmi sekaligus identitas pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Perwakilan pengelola Pasar Curug menyambut hangat inisiatif ini. Ia menyampaikan bahwa edukasi mengenai prosedur perizinan yang sederhana dan gratis sangat dibutuhkan oleh para pedagang agar mereka memiliki kepastian hukum dan kemudahan dalam mengakses fasilitas perbankan atau bantuan pemerintah ke depannya.

Reformasi Birokrasi: Memangkas Jarak dan Waktu

Inovasi pelayanan di pasar ini merupakan wujud nyata reformasi birokrasi Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dengan hadirnya stan pelayanan DPMPTSP di tengah pasar, para pedagang tidak perlu lagi meninggalkan lapak dagangannya atau menempuh perjalanan jauh ke pusat pemerintahan di Tigaraksa hanya untuk mengurus perizinan.

Salah satu pedagang pasar yang baru saja mendapatkan NIB-nya mengungkapkan kepuasannya.

"Awalnya saya kira mengurus izin itu susah dan harus bayar. Ternyata dengan adanya bapak-bapak dari DPMPTSP yang datang langsung ke pasar, prosesnya sangat cepat dan gratis. Saya sangat bersyukur izin usaha saya sekarang sudah resmi," ungkapnya.



Pendampingan Berkelanjutan

Bagi pedagang maupun masyarakat sekitar Kecamatan Curug yang belum berkesempatan hadir, DPMPTSP Kabupaten Tangerang tetap menyediakan layanan konsultasi melalui Tim Helpdesk di kantor pusat maupun melalui kanal website resmi.

Dengan program yang menyasar langsung ke pusat keramaian seperti Pasar Curug, DPMPTSP Kabupaten Tangerang membuktikan komitmennya dalam menciptakan pelayanan publik yang inklusif, efektif, dan mendukung penuh keberlangsungan usaha kecil di wilayah Kabupaten Tangerang.



Komitmen Reformasi Layanan Publik

Sekretaris Dinas (Sekdis) DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Haerudin Setiawan, ST dalam arahannya, menegaskan bahwa kehadiran pelayanan di pasar-pasar tradisional adalah prioritas utama pemerintah daerah dalam menyederhanakan birokrasi.

"Kami ingin memastikan bahwa negara hadir di tengah para pelaku usaha. Program di Pasar Curug ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan aksi nyata untuk meruntuhkan stigma bahwa mengurus izin itu sulit. Dengan sistem jemput bola, kita memberikan akses yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pedagang kecil hingga pengusaha menengah," ujar Sekdis DPMPTSP Kabupaten Tangerang.

Beliau juga menambahkan bahwa legalitas usaha melalui NIB adalah fondasi penting agar para pelaku UMK dapat naik kelas dan lebih mudah mendapatkan akses permodalan maupun pembinaan dari pemerintah.




DICATNEWS.com - TANGERANG – Selama bertahun-tahun, kawasan pesisir identik dengan pemukiman padat dan kumuh. Namun, pemandangan berbeda tersaji di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Di bawah terik matahari pesisir pada Kamis (16/4), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan pujian tinggi bagi transformasi kawasan nelayan yang kini tampil modern dan terintegrasi.

Langkah ini bukan sekadar perbaikan rumah, melainkan sebuah revolusi tata kota pesisir.

Simbol Kolaborasi Pusat dan Daerah

Menko AHY menegaskan bahwa keberhasilan di Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor bukan sekadar wacana.

"Ini adalah contoh nyata. Kami sangat mengapresiasi langkah Bupati Tangerang dalam menghadirkan hunian yang tidak hanya layak secara fisik, tapi juga tertata secara lingkungan," ujar AHY saat meninjau hasil kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta (Habitat for Humanity), dan koperasi.

Dua Desa, Satu Visi Masa Depan

Transformasi ini terlihat nyata di dua titik utama:

  1. Desa Tanjung Anom: Sebanyak 110 rumah layak huni telah berdiri, menggantikan gubuk-gubuk tak layak bagi keluarga nelayan.

  2. Desa Ketapang (Ketapang Aquaculture): Sebanyak 127 rumah ditata ulang menjadi lingkungan asri. Kawasan ini kini dilengkapi dengan hutan mangrove yang diproyeksikan menjadi destinasi Ecotourism dan Sport Tourism kelas dunia.

Gebrak Pakumis: Senjata Rahasia Tangerang

Di balik kesuksesan ini, terdapat komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui program unggulan Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin).

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin setengah-setengah. "Target kami konsisten: 1.000 rumah layak huni setiap tahun. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di tempat yang tidak sehat," tegasnya.

Tak hanya rumah, Pemkab juga siap mengeksekusi arahan Menko AHY untuk membangun infrastruktur pelindung seperti:

  • Breakwater (Tanggul penahan abrasi)

  • Normalisasi Sungai

  • Penyediaan fasilitas ekonomi terpadu

Membangun Ekonomi dari Bibir Pantai

Visi besar dari penataan ini adalah kemandirian ekonomi. Dengan hunian yang lebih baik, para istri nelayan kini didorong untuk mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah (UMKM), sementara para suami dapat melaut dengan tenang karena memiliki rumah yang kokoh untuk berlindung.

Pesisir Mauk kini bukan lagi potret kemiskinan, melainkan model pembangunan berkelanjutan bagi Indonesia. Sebuah bukti bahwa dengan sinergi, kawasan pesisir bisa menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus benteng pertahanan iklim yang indah.


Sorotan Utama:

  • Transformasi Fisik: Total 237 rumah telah ditata di dua desa.

  • Visi Lingkungan: Integrasi pelestarian mangrove dan mitigasi perubahan iklim.

  • Target Berkelanjutan: Komitmen 1.000 rumah per tahun oleh Pemkab Tangerang.


 KELAPA DUA, DICATNEWS.COM – Guna mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan melalui legalitas usaha, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kembali menggelar aksi nyata. Pada Selasa (14/4/2026), tim gabungan terjun langsung ke tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi di Pasar Kelapa Dua, Kelurahan Kelapa Dua, untuk memberikan pelayanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis dan langsung jadi.

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan bentuk pendampingan teknis "jemput bola" yang menjadi program unggulan pemerintah daerah. Sejak pukul 08.00 WIB, suasana di lantai 2 Gedung Pasar Kelapa Dua sudah tampak berbeda. Ratusan pedagang yang biasanya sibuk dengan dagangannya, rela bergantian mengantre demi mendapatkan "paspor" bagi usaha mereka.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pelaku Usaha

Keberhasilan agenda ini tak lepas dari kolaborasi solid antara DPMPTSP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), serta Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Kehadiran para petinggi daerah, termasuk Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Kepala DPMPTSP Hendar Herawan, Kabid Indag, hingga Direktur Operasional Perumda Pasar, menunjukkan betapa strategisnya posisi pedagang pasar dalam visi pembangunan daerah.



Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyatakan kepuasannya melihat antusiasme warga pasar. Ia menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi penghalang bagi rakyat kecil untuk maju.

"Saya sangat apresiatif terhadap tim yang turun langsung ke lapangan. Program ini memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Dengan memiliki legalitas yang sah secara cepat dan gratis, para pedagang kita tidak lagi merasa kesulitan dalam mengembangkan skala usahanya," ujar Intan di sela-sela peninjauan layanan.


 

Menembus Gap Teknologi melalui Pendampingan

Dalam praktiknya, banyak pelaku usaha mikro yang masih terkendala oleh literasi digital dalam mengakses sistem Online Single Submission (OSS). Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa DPMPTSP gencar melakukan pendampingan langsung.

Galih Gumelar, perwakilan dari Tim Giat DPMPTSP, menjelaskan bahwa sistem OSS saat ini memang memerlukan detail persyaratan khusus yang sering kali membingungkan bagi masyarakat awam.

"Kami sadar tidak semua pedagang melek teknologi. Ada gap antara sistem digital dan realitas di lapangan. Itulah mengapa kami hadir di sini—untuk membantu mereka yang tidak bisa membuat NIB sendiri agar bisa memiliki izin yang sah dalam hitungan menit," jelas Galih.

Lebih jauh, Galih memaparkan bahwa manfaat NIB saat ini jauh melampaui sekadar urusan administratif. "NIB kini menjadi kunci akses. Misalnya, untuk mendapatkan pasokan komoditas pangan murah dari Bulog, pedagang wajib punya NIB. Jadi, selain legalitas, ini juga solusi untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Kelapa Dua," tambahnya.

Testimoni Pedagang: Efisiensi Waktu dan Biaya

Manfaat program ini dirasakan secara emosional oleh para pedagang, salah satunya Pandi, seorang pemilik kios sembako. Baginya, kehadiran petugas di pasar adalah berkah tersendiri.

“Kalau harus ke Puspemkab (Pusat Pemerintahan) di Tigaraksa, saya harus tutup toko seharian. Belum lagi ongkos bensin dan makan, bisa habis uang banyak. Di sini, saya tinggal naik ke lantai 2, dipandu langsung, dan yang paling penting: gratis. Terima kasih Pemkab Tangerang, prosesnya sangat cepat,” kata Pandi dengan wajah lega sambil menunjukkan lembaran NIB miliknya.



Visi Tangerang Gemilang 2026

Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan, menegaskan bahwa program ini akan terus bergulir secara rutin dan terjadwal di lokasi-lokasi berbeda. Targetnya adalah seluruh pelaku usaha di Kabupaten Tangerang, tanpa terkecuali, memiliki legalitas resmi.

“Dengan slogan Melayani dan Menjaga Investasi, kami ingin menciptakan ekosistem usaha yang sehat. Kami mengimbau masyarakat untuk aktif memantau jadwal layanan melalui kantor kecamatan atau desa masing-masing karena kami akan terus berkeliling,” pungkas Hendar.

Hingga layanan ditutup pada pukul 12.00 WIB, tercatat puluhan hingga ratusan pelaku usaha sukses mendapatkan NIB mereka. Langkah "jemput bola" ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di wilayah Tangerang Gemilang.


DicatNews.com KABUPATEN TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperjuangkan nasib pelaku usaha kecil. Dengan prinsip pelayanan tanpa sekat, beliau turun langsung memimpin dan memonitoring kegiatan "jemput bola" penyuluhan serta pendampingan pembuatan izin usaha (NIB) gratis bagi para pedagang di Pasar Kelapa Dua, Selasa (14/4/2026).

Kehadiran sosok pemimpin perempuan ini di lantai 2 Gedung Pasar Kelapa Dua disambut hangat oleh para pedagang yang sejak pukul 08.00 WIB telah antusias mengantre. Intan tidak sekadar melakukan peninjauan formal, melainkan aktif berdialog, mendengarkan aspirasi, hingga memberikan semangat kepada para pedagang yang tengah mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) Intan tampak aktif berbaur dengan para pedagang, mendengarkan aspirasi mereka, hingga memastikan setiap meja pelayanan bekerja dengan maksimal untuk melayani rakyat.

Visi Intan: Birokrasi yang Menghampiri Rakyat

Dalam arahannya, Intan Nurul Hikmah menekankan bahwa birokrasi tidak boleh kaku dan hanya menunggu di balik meja. Menurutnya, pola pelayanan di mana masyarakat harus mendatangi kantor dinas sudah tidak relevan untuk para pejuang ekonomi kecil.

"Kami yang harus datang menjemput bola, bukan pedagang yang mendatangi kami. Waktu mereka sangat berharga untuk berjualan. Inilah bentuk kehadiran negara yang sebenarnya; mendekatkan pelayanan hingga ke selasar pasar agar ekonomi Tangerang Gemilang dibangun dari fondasi legalitas yang kuat," ujar Intan dengan penuh penekanan.


 Sikap inspiratif Intan ini juga terlihat ketika beliau berdialog akrab dengan Pandi, seorang pedagang sembako. Saat Pandi mengungkapkan kekhawatirannya tentang gagap teknologi dalam mengurus izin digital, Intan dengan sigap menenangkan dan memastikan tim penyuluh akan membimbing hingga selesai.

Edukasi dan Pemberdayaan: NIB Sebagai Gerbang Kesejahteraan

Bagi Intan, NIB bukan sekadar dokumen administratif. Beliau memiliki visi besar untuk membawa UMKM Kabupaten Tangerang naik kelas. Kepada para pedagang, Intan secara aktif mengedukasi manfaat jangka panjang dari legalitas usaha tersebut.

"Ibu-ibu dan Bapak-bapak semua, mohon dipahami bahwa NIB ini adalah kunci. Ini bukan sekadar kertas formalitas. Dengan memiliki NIB, usaha Bapak/Ibu resmi terlindungi hukum dan terdata di sistem negara. Ini adalah syarat utama untuk mengakses program bantuan modal dari perbankan (KUR) atau program pemberdayaan dari pemerintah pusat. Saya ingin pedagang pasar kita tidak hanya bertahan, tapi bisa berkembang pesat dan berdaya saing," tutur Intan di hadapan para pedagang.

Komitmen Intan untuk Pengawalan Berkelanjutan

Program yang merupakan kolaborasi antara DPMPTSP, Disindag, dan Perumda Pasar NKR ini, ditegaskan Intan sebagai bagian dari agenda rutin Pemkab Tangerang yang akan terus dikawalnya secara personal.

"Program ini telah berjalan rutin sejak 2025 dan di tahun 2026 ini akan terus kita masifkan. Saya akan mengawal langsung agenda ini agar menyisir dari pasar ke pasar, desa ke desa, hingga ke kelurahan di seluruh penjuru Kabupaten Tangerang. Bagi saya, kepuasan masyarakat adalah tolok ukur utama keberhasilan pelayanan publik. Selama pedagang senang dan urusannya dipermudah, kami akan terus bekerja," pungkas Wakil Bupati yang dikenal humanis tersebut.

Kerja keras dan dedikasi Intan Nurul Hikmah di lapangan diakui oleh para pedagang. Mereka merasa memiliki sosok pemimpin yang mengerti, mengayomi, dan benar-benar bekerja nyata untuk kesejahteraan rakyat kecil di Kabupaten Tangerang.

Eksekusi Strategis di Bawah Arahan Hendar Herawan

Keberhasilan aksi nyata ini tidak lepas dari instruksi taktis Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan. Berdiri mendampingi Wakil Bupati, Hendar menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan wilayah-wilayah yang memiliki konsentrasi UMKM tinggi untuk mendapatkan prioritas layanan serupa.

Hendar menjelaskan bahwa di bawah arahan pimpinan, DPMPTSP kini bertransformasi menjadi lembaga yang lebih proaktif dan dinamis.

"Sebagaimana arahan Ibu Wakil Bupati, kami mengusung slogan 'Melayani dan Menjaga Investasi'. Investasi itu tidak melulu soal pabrik besar, tapi juga pedagang pasar. Kami berkomitmen untuk menyisir seluruh wilayah Kabupaten Tangerang secara rutin dan terjadwal agar target seluruh pelaku usaha memiliki legalitas resmi dapat tercapai," tegas Hendar Herawan.



Galih Gumelar: Garda Terdepan Pelayanan Humanis

Di lapangan, teknis pendampingan dipandu oleh Galih Gumelar, salah satu pilar utama dalam tim pelayanan ini. Galih beserta tim penyuluh menjadi motor penggerak yang memastikan setiap pedagang, termasuk mereka yang gagap teknologi, bisa mendapatkan NIB hanya dalam hitungan menit.

Galih mengungkapkan bahwa timnya telah bersiaga sejak pagi hari untuk memberikan edukasi sekaligus pendampingan teknis.

"Program unggulan ini kami desain agar sangat sederhana. Hari ini kami memberikan pelayanan terbaik dengan metode one-day service; NIB gratis dan langsung jadi di tempat. Antusiasme pedagang sangat luar biasa, antrean sudah terlihat sejak pagi hingga penutupan layanan pukul 12.00 siang," lapor Galih Gumelar kepada Wakil Bupati.



NIB Sebagai Gerbang Kesejahteraan

Bagi Intan Nurul Hikmah, NIB adalah kunci pembuka bagi kesejahteraan pedagang yang lebih luas. Beliau secara aktif mengedukasi para pedagang tentang manfaat jangka panjang dari kepemilikan izin ini.

"NIB ini bukan sekadar kertas. Dengan memiliki legalitas, usaha Bapak dan Ibu resmi terdata dan terlindungi hukum. Ini adalah syarat utama untuk mengakses bantuan permodalan bank atau program pemberdayaan pemerintah. Saya ingin pedagang pasar kita naik kelas!" tutur Intan.

Program kolaborasi antara DPMPTSP, Dinas Indag, dan Perumda Pasar NKR ini ditutup dengan diskusi hangat antara Wakil Bupati dengan jajaran pimpinan dinas terkait. Intan berjanji akan terus mengawal kegiatan yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat ini secara berkelanjutan dari desa ke desa hingga seluruh penjuru Kabupaten Tangerang.


DicatNews.com - TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang, di bawah kepemimpinan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), secara berkesinambungan terus membuktikan dedikasi serta komitmen nyata dalam upaya akselerasi pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur di seluruh penjuru daerah. Salah satu manifestasi strategis dari komitmen tersebut adalah langkah konkret penanganan Jembatan Kalibaru, sebuah infrastruktur vital yang merepresentasikan urat nadi transportasi penghubung antara Kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Pakuhaji di wilayah Utara Kabupaten Tangerang, Senin (13/04/2026).

Seiring dengan dinamika pertumbuhan wilayah dan bertambahnya usia teknis infrastruktur, kondisi eksisting Jembatan Kalibaru saat ini memang memerlukan perhatian khusus. Penurunan kualitas struktur yang terjadi secara gradual tidak hanya berdampak pada aspek kenyamanan para pengguna jalan, namun juga kerap menjadi faktor pemicu terjadinya hambatan lalu lintas atau kemacetan yang cukup signifikan, terutama pada periode peak hours atau jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

Menyikapi urgensi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui DBMSDA segera mengambil langkah proaktif dengan menjalin sinergitas dan koordinasi lintas sektoral yang intensif bersama Pemerintah Provinsi Banten. Kolaborasi ini bertujuan untuk merumuskan serta menghadirkan solusi penanganan yang bersifat komprehensif, integratif, dan berkelanjutan. Berdasarkan pembagian kewenangan yang ada, pelaksanaan perbaikan pada struktur utama Jembatan Kalibaru akan diemban oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, dengan titik fokus pada penguatan elemen konstruksi demi mengembalikan standar keamanan serta kelaikan fungsi jembatan.

Sebagai langkah preventif sekaligus solusi jangka panjang dalam memitigasi kepadatan arus lalu lintas di masa depan, DBMSDA Kabupaten Tangerang telah secara resmi memasukkan proyek pembangunan jembatan duplikasi Kalibaru ke dalam kalender kerja dan rencana strategis tahun anggaran 2026. Kehadiran jembatan tambahan ini diproyeksikan secara teknis mampu meningkatkan kapasitas daya tampung jalan secara signifikan, sekaligus mendistribusikan beban kendaraan secara lebih merata. Hal ini diharapkan dapat menciptakan sirkulasi arus lalu lintas yang jauh lebih lancar, efisien, dan produktif bagi masyarakat luas.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, H. Iwan Firmansyah, S.Sos., S.T., M.Si., dalam keterangan resminya menegaskan bahwa kolaborasi harmonis lintas instansi merupakan kunci utama dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang handal.

“Jembatan Kalibaru memiliki peran krusial sebagai jalur logistik dan transportasi bagi masyarakat di Teluknaga serta Pakuhaji. Mengingat kondisi strukturnya yang mulai termakan usia, kami terus melakukan koordinasi intensif dan sinkronisasi program dengan DPUPR Provinsi Banten. Di saat pihak Provinsi melakukan intervensi perbaikan pada struktur utama, kami dari sisi Pemerintah Kabupaten melalui DBMSDA akan melaksanakan pembangunan jembatan duplikasi sebagai solusi konkret dan nyata untuk menambah kapasitas ruang jalan serta mengurai simpul kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” jelasnya secara rinci.

Melalui implementasi rencana strategis ini, konfigurasi arus lalu lintas di kawasan Jembatan Kalibaru nantinya akan bertransformasi menjadi dua jalur yang terintegrasi. Dengan demikian, potensi kemacetan dapat diminimalisir secara optimal dan standar mobilitas masyarakat dapat ditingkatkan menuju level yang lebih aman, nyaman, dan terjaga keselamatannya.

Upaya kolaboratif yang sistematis ini menjadi bukti otentik bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa memprioritaskan fungsi pelayanan publik. Diharapkan, dengan optimalisasi Jembatan Kalibaru ini, konektivitas antarwilayah akan semakin kuat, yang pada akhirnya akan menjadi stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang.


 TANGERANG – Tak ada lagi "lubang" atau drama napas sesak karena debu! Warga Kecamatan Sukadiri dan Pakuhaji kini bisa bernapas lega. Setelah sekian lama suara mereka menggema di media sosial, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui DBMSDA akhirnya menurunkan alat berat untuk "Menyulap" dua ruas jalan vital yang selama ini dijuluki jalur neraka oleh pengguna jalan.

Bukan sekadar tambal sulam, proyek ini adalah transformasi total dengan nilai investasi fantastis demi keselamatan dan kenyamanan warga.


📍 Ini Detail Proyek yang Sedang Dikerjakan:

Pemerintah tidak main-main. Uang rakyat senilai belasan miliar rupiah dikembalikan dalam bentuk infrastruktur beton berkualitas tinggi:

  • Jalur Cituis Sukadiri – Jati Gintung (Kec. Sukadiri)

    • Anggaran: Rp6,26 Miliar

    • Target: Jalan mulus sepanjang 687 meter dengan lebar "lega" 7 meter.

  • Jalur Gardu – Tanah Merah (Kec. Pakuhaji)

    • Anggaran: Rp7,4 Miliar

    • Target: Penanganan sepanjang 712 meter dengan lebar 7 meter.




Membangun "Urat Nadi", Bukan Sekadar Beton!

Kondisi jalan yang hancur bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal nyawa dan urusan perut. Perbaikan ini dipastikan akan:

  1. Stop Kecelakaan: Tak ada lagi motor terjatuh karena menghindari lubang saat hujan.

  2. Ekonomi Meroket: Akses logistik makin cepat, harga barang makin stabil.

  3. Wajah Baru Tangerang: Meningkatkan harga jual tanah dan daya tarik wilayah.


"Ini Jawaban Atas Doa Warga"

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang menyampaikan pesan emosional bagi masyarakat yang selama ini bersabar:

"Kami mendengar setiap keluhan Anda. Pembangunan ini adalah jawaban atas doa dan kesabaran warga selama ini. Yang kami bangun bukan cuma beton, tapi harapan, keselamatan, dan masa depan ekonomi Bapak/Ibu sekalian. Mohon dukungannya agar cepat tuntas!"


📢 WARGA HARAP BERSABAR!

Saat ini alat berat sudah menderu di lokasi. Memang akan ada sedikit kemacetan dan debu pembangunan, tapi ingat: "Sakitnya sebentar, mulusnya bertahun-tahun!"

Tetap berhati-hati saat melintas, patuhi arahan petugas di lapangan, dan mari kita kawal bersama pembangunan ini agar kualitasnya juara!


Bagaimana menurutmu? Apakah jalan di daerahmu sudah masuk daftar perbaikan tahun ini? Tulis di kolom komentar! 👇

#KabupatenTangerang #TangerangMulus #PembangunanJalan #InfoTangerang #Sukadiri #Pakuhaji #InfrastrukturUntukRakyat


DicatNews,com - Dalam rangka menggenjot peningkatkan ekonomi kerakyatan dan memudahkan para pedagang untuk berjualan secara legal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, terus bergerak masif dalam mensosialisasikan pelayanan langsung dan membantu pedagang untuk pembuatan nomor induk usaha (NIB) secara gratis di Pasar Tradisional Kronjo, Kamis (9/4/2026).

Salah satu Tim Penyuluh DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Galih Gumelar mengatakan, kegiatan jemput bola ini merupakan kegiatan kolaborasi antara DPMPTSP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang dalam rangka meningkatkan perekonomian rakyat. Yakni dengan cara membantu para pedagang di  pasar untuk membuatkan NIB secara gratis.

“Tentunya hal ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan, selain itu juga untuk memberikan legalitas usaha sekaligus mempermudah akses bantuan pemerintah bagi pelaku usaha mikro,” kata Galih ketika sedang melakukan penyuluhan di Pasar Tradisional Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kamis (9/4/2026).



Menurut Galih, program jemput bola dalam pembuatan NIB gratis ini sangat diminati oleh masyarakat khusunya para pedagang yang berada di Pasar Tradisional Kronjo. Bahkan, para pedagang yang berminat membuat NIB ini sangatlah antusias, disetiap Pasar Tradisional yang dikunjungi oleh DPMPTSP. Galih menilai, antrean warga sudah terlihat sejak pagi hari hingga layanan ditutup pukul 12.00 siang.

Katanya, hal itu dikarenakan proses pembuatan NIB ini sangatlah mudah, cepat dan tanpa dipungut biaya sepeserpun. Dimana, syarat pembuatannya, adalah pedagang hanya cukup membawa identitas diri dan perangkat pendukung, seperti smartphone untuk membuat email.

“Persyaratannya cuma KTP sama HP saja, serta alamat email. Prosesnya langsung jadi di tempat. Meski ramai, dipastikan tidak ada kendala teknis maupun jaringan selama proses input data berlangsung,” tandasnya.

Kata Galih, program pembuatan NIB gratis ini tidak hanya menyasar para pedagang di pasar saja. Melainkan, seluruh pedagang yang berada diwilayah Kecamatan, hinga Desa dan Kelurahan di Kabupaten Tangerang. Galih menjelaskan, bahwa NIB ini sangatlah penting, karena selain sebagai legalitas usaha, kepemilikan NIB memiliki fungsi strategis lainnya, dimana NIB menjadi syarat utama bagi para pedagang untuk mendapatkan pasokan komoditas pangan dengan harga terjangkau dari Bulog.

“Tujuannya bukan hanya bikin NIB saja, tapi membantu para pedagang untuk nanti mendapatkan beras dan minyak murah dari Bulog. Syaratnya harus punya NIB. Ini langkah untuk menekan harga pasar agar kembali normal, jadi selain meningkatkan ekonomi kerakyatan juga untuk menekan inflasi, ” tambah Galih.



Manfaat program ini dirasakan langsung oleh salah satu warga yang ikut memanfaatkan layanan tersebut. Nono Martono salah satu pedagang sempako di Pasar Tradisional Kronjo mengaku sangat terbantu dengan adanya program jemput bola pembuatan NIB gratis ini. Pasalnya, apabila harus berangkat ke kantor DPMPTSP Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang belum tentu sempat, dan juga belum tentu mengerti apabila tidak dibimbing langsung oleh tim penyuluh.

“Tentu sangat membantu, karena proses cepat, dipandu langsung, dan gratis pula tanpa biaya sepeserpun. Coba, kalau berangkat sendiri, udah ongkis bensin, ongkos makan. Alhamdulillah, sangat terbantu sekali,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan menambahkan, bahwa program jemput bolah NIB secara gratis ini akan terus dilakukan, setiap satu bulan sekali, dengan lokasi yang berpindah-pindah. Hal itu dilakukan guna seluruh pedagang di Kabupaten Tangerang dapat memiliki NIB. Dirinya juga menghinbau, agar masyarakat yang hendak membuat NIB gratis ini, untuk terus memantau jadwal berikutnya, melalui Pemerintah Kecamatan, Desa dan Kelurahan masing-masing.

“Dengan, slogan Melayani dan Menjaga Investasi, DPMPTSP Kabupaten Tangerang berharap seluruh pelaku usaha di wilayah Tangerang Gemilang memiliki legalitas resmi demi kesejahteraan ekonomi yang lebih baik,” tandasnya. (Adm)




Dicatnews.com -  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang terus masif melakukan sosialisasi dan pelayanan langsung pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis bagi masyarakat.

Program ‘jemput bola’ ini menyasar para pedagang pasar hingga masyarakat umum di tingkat kecamatan dan desa.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara DPMPTSP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), serta Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja ini bertujuan untuk memberikan legalitas usaha sekaligus mempermudah akses bantuan pemerintah bagi pelaku usaha mikro.

Pelayanan NIB gratis ini mendapat antusiasme tinggi dari warga dengan prosesnya pun tergolong sangat sederhana dan cepat yaitu masyarakat cukup membawa identitas diri dan perangkat pendukung seperti HP untuk melihat email.

“Persyaratannya cuma KTP sama HP saja, serta alamat email. Prosesnya langsung jadi di tempat saati itu juga,” ujar salah seorang Tim Penyuluh DPMPTSP Galih Gumelar saat diwawancarai di lokasi, Selasa, 7 April 2026.

Antrean warga sudah terlihat sejak pagi hari hingga layanan ditutup pukul 12.00 siang. Meski ramai, pihak penyelenggara memastikan tidak ada kendala teknis maupun jaringan selama proses input data berlangsung.



Selain sebagai legalitas usaha, kepemilikan NIB ternyata memiliki fungsi strategis lainnya. NIB menjadi syarat utama bagi para pedagang untuk mendapatkan pasokan komoditas pangan dengan harga terjangkau dari Bulog.

“Tujuannya bukan hanya bikin NIB saja, tapi membantu para pedagang untuk nanti mendapatkan beras dan minyak murah dari Bulog. Syaratnya harus punya NIB. Ini langkah untuk menekan harga pasar agar kembali normal,” tambah Galih.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Haji Mulyadi, salah satu warga yang ikut memanfaatkan layanan tersebut.

Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pengurusan izin usaha yang tanpa biaya dan respons cepat.

“Saya buat izin usaha, sudah selesai. Tidak dikenakan biaya sama sekali dan prosesnya cepat,” ujar Haji Mulyadi sambil menunjukkan dokumen NIB miliknya.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas inisiatif yang memihak kepada rakyat kecil.

“Banyak terima kasih sudah membantu masyarakat yang paling bawah,” tuturnya.

Program pembuatan NIB gratis ini direncanakan akan terus bergulir setiap bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, diimbau untuk memantau jadwal berikutnya yang akan disosialisasikan melalui kantor kecamatan, desa, maupun pengelola pasar setempat.

Dengan slogan ‘Melayani dan Menjaga Investasi’, DPMPTSP Kabupaten Tangerang berharap seluruh pelaku usaha di wilayah ‘Tangerang Gemilang’ memiliki legalitas resmi demi kesejahteraan ekonomi yang lebih baik. (DC)



 


TIGARAKSA – Suara palu yang beradu dengan paku di Desa Matagara siang itu bukan sekadar bunyi pembangunan biasa. Bagi Ibu Mursani, itu adalah bunyi harapan. Selama bertahun-tahun, ia harus berdamai dengan ketakutan; atap yang bocor saat hujan deras, dinding yang nyaris roboh, hingga ancaman ular yang kerap masuk ke dalam rumah melalui celah bangunan yang rusak.

Namun, drama kehidupan di bawah atap rapuh itu segera berakhir. Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, turun langsung ke lokasi untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah kesulitan rakyatnya. Kunjungan pada Selasa (07/04/26) ini bukan sekadar tinjauan formal, melainkan simbol percepatan program kemanusiaan.

Bukan Sekadar Renovasi, Tapi Janji Percepatan

Dalam peninjauan tersebut, Wabup Intan menegaskan bahwa Pemkab Tangerang tengah tancap gas. Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang selama ini menjadi unggulan, akan ditingkatkan skalanya.

"Kami tidak ingin hanya sekadar memperbaiki, kami ingin mempercepat. Ke depan, target penerima manfaat akan terus ditambah secara bertahap. Fokus kami adalah memastikan setiap warga Tangerang memiliki rumah yang sehat, aman, dan manusiawi untuk ditinggali," tegas Intan di sela-sela pengecekan progres bangunan.

Mengajak Raksasa Industri Berbagi Beban

Menyadari luasnya wilayah Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah membawa pesan penting bagi dunia usaha. Ia menekankan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem melalui perbaikan hunian bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kolektif.

"Dukungan CSR dari dunia usaha adalah kuncinya. Jika pemerintah dan pengusaha berkolaborasi, kita bisa memperbaiki lebih banyak rumah dalam waktu yang lebih singkat. Ini adalah investasi sosial untuk masa depan daerah kita," tambahnya.

Haru Ibu Mursani: "Sekarang Saya Bisa Tidur Nyenyak"

Kisah Ibu Mursani adalah potret nyata urgensi program RTLH. Ia menceritakan bagaimana rumahnya dulu sudah separuh roboh. "Kalau hujan, air masuk semua. Belum lagi ular yang sering masuk karena lingkungan belum tertata. Saya sangat berterima kasih kepada Bu Intan dan Pak Camat. Sekarang rumah saya jadi aman," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Merespons hal itu, Wabup Intan memberikan dorongan semangat agar hunian baru tersebut dijaga dengan baik. "Rumah ini adalah modal untuk hidup lebih sehat. Tolong dirawat ya, Bu, agar manfaatnya terasa panjang untuk keluarga," pesan beliau.



Membangun Masa Depan dari Fondasi Rumah

Langkah taktis yang diambil Wabup Intan di Desa Matagara ini menjadi sinyal kuat bahwa di periode kepemimpinannya, kesejahteraan masyarakat dimulai dari hal paling mendasar: Atap yang kokoh dan lantai yang bersih.

Perbaikan rumah Ibu Mursani adalah satu dari ribuan target lainnya. Dengan komitmen percepatan yang ditegaskan sang Wakil Bupati, warga Tangerang kini menaruh harapan besar pada transformasi hunian yang lebih masif di masa depan.


#TangerangPeduli #IntanNurulHikmah #RTLHTangerang #AksiNyataWabup #MatagaraBangkit #InfoTangerang